Beranda > Tugas > IT Audit

IT Audit

Tugas selanjutnya untuk matakuliah softskill yaitu mengenai IT Audit atau dalam Bahasa Indonesia brarti Audit teknologi informasi. Tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu mengenai pengertian dari IT Audit. Audit teknologi informasi adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.

Audit TI berbeda dari audit laporan keuangan. Jika tujuan audit keuangan adalah untuk mengevaluasi apakah suatu organisasi mengikuti praktik akuntansi standar , tujuan audit TI adalah untuk mengevaluasi pengendalian internal sistem desain dan efektifitas. Ini mencakup, namun tidak terbatas pada, protokol efisiensi dan keamanan, proses pembangunan, dan tata kelola TI atau pengawasan.

Terdapat langkah dasar dalam melakukan, Proses Teknologi Informasi Audit, yaitu :

  1. Perencanaan
  2. Belajar dan Evaluasi Kontrol
  3. Pengujian dan Evaluasi Kontrol
  4. Pelaporan
  5. Tindak lanjut

Berikut terdapat  lima kategori IT audit:

  • Sistem dan Aplikasi: Audit untuk memastikan bahwa sistem dan aplikasi yang tepat, efisien, dan cukup dikendalikan untuk memastikan valid, masukan dapat diandalkan, tepat waktu dan aman, pengolahan, dan output di semua tingkat aktivitas sebuah sistem.
  • Informasi Pengolahan Fasilitas: Audit untuk memastikan bahwa fasilitas pengolahan dikendalikan untuk memastikan pengolahan tepat waktu, akurat, dan efisien dari aplikasi di bawah kondisi normal dan berpotensi mengganggu.
  • Pengembangan Sistem: Audit untuk memastikan bahwa sistem yang sedang dikembangkan memenuhi tujuan organisasi, dan untuk memastikan bahwa sistem yang dikembangkan sesuai dengan standar yang berlaku umum untuk pengembangan sistem.
  • Manajemen TI dan Arsitektur Enterprise: Audit untuk memastikan bahwa manajemen TI telah mengembangkan struktur organisasi dan prosedur untuk memastikan lingkungan yang terkendali dan efisien untuk pengolahan informasi
  • Client / Server, Telekomunikasi, intranet, dan extranet: Audit untuk memverifikasi bahwa telekomunikasi kontrol berada di tempat pada klien (komputer layanan menerima), server, dan pada jaringan yang menghubungkan klien dan server.

Profesional IT Audit di indonesia masih jarang dan belum terlalu banyak dikenal. Di samping itu, jumlah tenaga auditor TI yang menyandang sertifikasi Internasional ( CISA, Certified Information System Auditor ) juga masih sangat terbatas. Padahal di Indonesia banyak perusahaan menginginkan adanya assurance dari pihak yang berkompeten dan independen mengenai kondisi sistem TI yang akan atau sedang mereka gunakan.

Dalam pelaksanaannya, auditor TI mengumpulkan bukti-bukti yang memadai melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi dan review dokumentasi (termasuk review source-code bila diperlukan).  Biasanya, auditor TI menerapkan teknik audit berbantuan komputer, disebut juga dengan CAAT (Computer Aided Auditing Technique). Teknik ini digunakan untuk menganalisa data, misalnya saja data transaksi penjualan, pembelian, transaksi aktivitas persediaan, aktivitas nasabah, dan lain-lain.

Sesuai dengan standar auditing ISACA (Information Systems Audit and Control Association), selain melakukan pekerjaan lapangan, auditor juga harus menyusun laporan yang mencakup tujuan pemeriksaan, sifat dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan. Laporan ini juga harus menyebutkan organisasi yang diperiksa, pihak pengguna laporan yang dituju dan batasan-batasan distribusi laporan. Laporan juga harus memasukkan temuan, kesimpulan, rekomendasi sebagaimana layaknya laporan audit pada umumnya.

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Information_technology_audit

http://www.ebizzasia.com/0217-2004/focus,0217,04.htm

Kategori:Tugas
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: