Beranda > Tugas > Cyber Crime

Cyber Crime

Tugas ketiga untuk softskill kali ini yaitu mengenai cyber crime. Secara sederhana menurut saya cyber crime brarti suatu kejahatan yang terjadi di dunia cyber, yaitu di bidang teknologi komputer. Tentu saja untuk mengetahui pengertian yang benar saya pun searching di internet agar lebih mengerti.

Terdapat banyak definisi yang mengemuka mengenai cybercrime ini. Girasa (2002) mendefinisikan cyber crime sebagai aksi kejahatan yang menggunakan teknologi komputer sebagai komponen utama. Tavani (2000) memberikan definisi cyber crime yang lebih menarik, yaitu kejahatan dimana tindakan kriminal hanya bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi cyber dan terjadi di dunia cyber.

The U.S. Department of Justice memberikan pengertian Computer Crime sebagai: “… any illegal act requiring knowledge of Computer technology for its perpetration, investigation, or prosecution”. Pengertian lainnya diberikan oleh Organization of European Community Development, yaitu: “any illegal, unethical or unauthorized behavior relating to the automatic processing and/or the transmission of data”. Andi Hamzah dalam bukunya “Aspek-aspek Pidana di Bidang Komputer” (1989) mengartikan cybercrime sebagai kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara ilegal.

Dari banyak definisi di atas seharusnya telah membuka wawasan kita untuk tidak melakukan hal demikian. Karena perbuatan tersebut memiliki dampak negatif dan sangat merugikan.

Kategori Cybercrime

1.Cyberpiracy

Penggunaan teknologi komputer untuk:

•mencetak ulang software atau informasi

•mendistribusikan informasi atau software tersebut melalui jaringan komputer

2.Cybertrespass

Penggunaan teknologi komputer untuk meningkatkan akses pada:

•Sistem komputer sebuah organisasi atau individu

•Website yang di-protect dengan password

3.Cybervandalism

Penggunaan teknologi komputer untuk membuat program yang:

•Mengganggu proses transmisi informasi elektronik

•Menghancurkan data di komputer

Jenis-jenis Cyber Crime

  1. Unauthorized Access to Computer System and Service
  2. Illegal Contents
  3. Penyebaran Virus
  4. Data Forger
  5. Cyber Espionage, Cyber Sabotage, and Extortion
  6. Cyber Talking
  7. Carding
  8. Cybersquatting and Typosquatting
  9. Hijacking
  10. Cyber Terorism
  11. Hacking dan Cracker

Disini saya akan membahas jenis cyber crime pada poin 11 yaitu Hacking dan Cracker.

1. Hacker

Parker(1998) percaya bahwa ciri hacker komputer biasanya menunjukkan sifat-sifat berikut:

  • Terlampau lekas dewasa
  • Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
  • Keras hati

Banyak diantara hacker adalah pegawai sebuah perusahaan yang loyal dan dipercaya oleh perusahaan-nya, dan dia tidak perlu melakukan kejahatan komputer. Mereka adalah orang-orang yang tergoda pada lubang-lubang yang terdapat pada sistem komputer. Sehingga kesempatan merupakan penyebab utama orang-orang tersebut menjadi penjahat cyber. Biasanya hacker-hacker menggunakan tool-tool yang sudah ada di internet. Tool tersebut kemudian dijalankan untuk menyerang sistem komputer. Hacker berpengalaman membuat script atau program sendiri untuk melakukan hacking.

2. Cracker

Cracker adalah orang yang merusak sistem keamanan sebuah sistem. Cracker biasanya kemudian melakukan pencurian dan tindakan anarki, begitu mereka mendapat akses. Sehingga muncul istilah whitehat dan blackhat. Whitehat adalah hacker yang lugu, dan blackhat adalah seperti yang disebutkan diatas sebagai cracker. Namun demikian ,orang lebih senang menyebutkan hacker untu kwhitehat dan blackhat, walaupun pengertiannya berbeda.

Ketentuan Hukum Pidana Cyber Crime

Ketentuan hukum dalam hukum acara pidana di Indonesia yang berlaku saat ini belum mengatur tentang proses pembuktian maupun kekuatan pembuktian yang harus dilakukan dalam menangani kasus-kasus cybercrime.  Saat ini telah lahir Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (selanjutnya disebut Undang-Undang ITE) yang di dalamnya mengatur berbagai aktivitas yang dilakukan dan terjadi di dunia maya (cyberspace), termasuk pelanggaran hukum yang terjadi. Namun demikian belum dapat memadai dalam kaitannya dengan pembuktian pada kasus-kasus cybercrime. Ada beberapa masalah yang muncul antara lain bagaimana proses pembuktian dan kekuatan hukum pembuktian secara elektronik dihubungkan dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana juncto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Berdasarkan analisis hukum, ditarik simpulan bahwa Proses pembuktian yang dapat dilakukan atas perkara cybercrime sama dengan pembuktian pada perkara pidana biasa, menggunakan alat-alat bukti elektronik di samping alat-alat bukti lainnya yang diajukan memiliki keabsahan secara hukum, dalam hal ini didasarkan ketentuan hukum acara pidana yang berlaku saat ini, yakni Pasal 183 dan Pasal 184 KUHAP serta Pasal 5 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pembuktian secara elektronik menggunakan alat-alat bukti elektronik seperti informasi dan atau dokumen elektronik, yang dilakukan pada perkara-perkara cybercrime memiliki kekuatan hukum yang sama dengan proses pembuktian pada perkara pidana biasa, berdasarkan ketentuan hukum acara pidana khususnya Pasal 183 dan Pasal 184 KUHAP serta Pasal 5 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sumber

http://idsirtii.or.id/content/files/artikel/cybercrime.pdf

http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=DEFINISI%20PENGERTIAN%20DAN%20JENIS-JENIS%20CYBERCRIME%20BERIKUT%20MODUS%20OPERANDINYA&&nomorurut_artikel=353

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/458/jbptunikompp-gdl-donnysimbo-22874-4-unikom_d-k.pdf

Kategori:Tugas
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: