Beranda > Tugas > Keburukan Struktur Organisasi Sekolah Dasar

Keburukan Struktur Organisasi Sekolah Dasar

Tema : Keburukan Struktur Organisasi Garis/Staff Dan Fungsional Pada Institusi Pendidikan

Sekolah Dasar atau yang lebih kita kenal dengan sebutan SD adalah jenjang pertama kegiatan belajar mengajar dalam proses pendidikan. Sekolah Dasar merupakan lembaga pendidikan yang memakai 2 bentuk struktur organisasi, yaitu struktur organisasi garis dan struktur organisasi fungsional. Kedua struktur organisasi itu dipakai karena sekolah dasar merupakan fondasi dari suatu lembaga pendidikan. Sehingga dengan digunakannya struktur organisasi tersebut diharapkan dapat membuat sistem kepengurusan organisasi yang terpadu.

Struktur organisasi garis/staff adalah organisasi yang terencana, maksudnya semua keputusan dikaji secara detail. Pada organisasi ini wewenang atasan mutlak adanya, jadi atasan memiliki bawahan khusus yang menerima langsung perintah atasan tersebut. Kepada atasan bawahan tersebut harus bertanggung-jawab atas pelaksanaan pekerjaannya. Dalam hal ini terdapat satu atau beberapa staff yang bertugas memberi nasehat ataupun saran-saran yang sesuai dengan bidangnya kepada pimpinan dalam organisasi tersebut.

Struktur Organisasi Fungsional adalah fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi tersebut, seperti fungsi kesiswaan, kurikulum, tata usaha, administrasi dan sebagainya. Dalam organisasi fungsional, seorang staff tidak bertanggung-jawab kepada satu atasan saja. Pimpinan memiliki wewenang pada satuan-satuan organisasi di bawahanya untuk bidang pekerjaan tertentu. Pimpinan berhak memerintah semua karyawan di semua bagian selama masih ada hubungannya dengan bidang pekerjaan yang dimaksud.

Dalam kedua organisasi tersebut terdapat beberapa keburukan, pada struktur organisasi garis/staff keburukannya yaitu :

a. susunan kepengurusan organisasi yang rumit,

b. kurangnya rasa solidaritas antar lini,

c. perintah yang diberikan tidak semua dapat terealisasikan.

Sedangkan pada struktur organisasi funsional keburukannya, yaitu :

a. terlalu banyak yang memberi perintah sehingga staff di bawahnya akan merasa             bingung untuk melaksanakannya,

b. ketidakpaduan atau kesinkronisan karena antar staffnya memiliki perbedaan ke- ahlian.

Kategori:Tugas
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: