Beranda > Portofolio, Tugas > PENGURUS RW vs DKM MASJID

PENGURUS RW vs DKM MASJID

Permasalahan ini bermula dari perdebatan pembagian hewan kurban bagi warga di wilayah RW dan lingkungan Masjid. Namun, sebelum saya menjelaskan lebih lanjut mengenai masalah tersebut alangkah baiknya kita mengetahui apa makna dari Idul Kurban atau Idul Adha ini. Idul Adha atau Hari Raya Haji adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati sebagai peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk disembelih setelah mendapat perintah Allah swt di dalam sebuah mimpinya, akan tetapi dengan kebesaran Allah swt seketika digantikan oleh-Nya dengan seekor domba.

Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam. Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan shalat Ied bersama-sama seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah shalat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah swt kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Penjelasan mengenai Idul Adha di atas bertujuan agar kita tidak lupa dan mengetahui apa makna yang terkandung dalam Idul Adha tersebut. Kembali ke permasalahan pengurus Rw dan DKM masjid yang merupakan panitia kurban, semula kedua belah pihak tersebut telah sepakat mengenai pemotongan hewan kurban dan pembagiannya. Seperti misalnya pemabagian kupon beserta data para warga yang diberikan pengurus Rw kepada DKM masjid, jadi warga yang bersangkutan harus datang mengambil kupon di masjid untuk dapat jatah daging kurban. Saat pemotongan hewan kurban pun semua berjalan dengan lancar dan pengurus Rw pun menyaksikan pemotongannya. Namun, ketika daging-daging tersebut telah dipotong sesuai dengan bagiannya masing-masing dan akan segera dibagikan kepada warga, mulailah terjadilah konflik di antara keduanya. Pengurus Rw marah setelah mengetahui DKM masjid selaku panitia kurban, memberikan jatah daging kurban kepada warga selain yang tercantum dalam daftar warga yang diberikan oleh pengurus Rw.

Setelah mengetahui permasalahan di atas, menurut saya solusi yang harus dilakukan untuk mendamaikan kembali pengurus Rw dan DKM masjid adalah dengan menghadirkan Tokoh-tokoh Masyarakat setempat, untuk membicarakan masalah ini secara kekeluargaan. Hal itu dilakukan agar perdebatan di antara keduanya tidak semakin memanas, yang dapat mengakibatkan terganggunya proses pembagian daging kurban dan makna Idul Adha itu sendiri. Jika dirasa hal itu belum cukup, maka perlu dilibatkan seluruh warga untuk membicarakannya secara bersama-sama. Pembicaraan itu dapat dilakukan di masjid dengan rasa penuh kekeluargaan dan Tokoh Masyarakat dapat menjadi penengah atau pihak yang Netral untuk menyikapi permasalahan ini.

Kategori:Portofolio, Tugas
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: